Jumat, 31 Mei 2013

fungsi subnetting dalam ip address

Pengertian Subnetting
Subnetting adalah suatu metode untuk memperbanyak network ID dari suatu network ID yang telahanda miliki. Contoh kasus diperiukannya subnetting: Sebuah perusahaan memperoleh IP address network kelas C 192.168.0.0. Dengan IP network tersebut maka akan didapatkan sebanyak 254 (28-2) alamat IP address yang dapat kita pasang pada komputer yang terkoneksi ke jaringan. Yang menjadi masalah adalah bagaimana mengelola jaringan dengan jumlah komputer lebih dari 254 tersebut. Tentu tidak mungkin jika anda harus menempatkan komputer sebanyak itu dalam satu lokasi. Jika anda hanya menggunakan 30 komputer dalam satu kantor, maka ada 224 IP address yang tidak akan terpakai. Untuk mensiasati jumlah IP address yang tidak terpakai tersebut dengan jalan membagi IP network menjadi beberapa network yang lebih kecil yang disebut subnet.
Rumus untuk menghitung jumlah subnet adalah: 2n -2 n adalah jumlah bit yang diselubungi
Rumus untuk menghitung jumlah host per subnet = 2N – 2 N adalah jumlah bit yang masih tersisa untuk host ID.
 
1. Fungsi Subnetting
fungsi subnetting antara lain sbb:
  1. Mengurangi lalu-lintas jaringan, sehingga data yang lewat di perusahaan tidak akan bertabrakan (collision) atau macet.
  2. Teroptimasinya unjuk kerja jaringan.
  3. Pengelolaan yang disederhanakan.
  4. Membantu pengembangan jaringan ke arah jarak geografis yang menjauh,
Untuk contohnya kita bisa ambil kasus sbb : WAN yang menggunakan jaringan antar kota yang berbeda. lebih optimpal jaringan tersebut dengan subnetting.

2. Proses Subnetting
untuk melakukan proses subnetting kita akan melakukan beberapa proses antara lain :
  1. Menentukan jumlah subnet yang dihasilkan oleh subnet mask
  2. Menentukan jumlah host per subnet
  3. Menentukan subnet yang valid
  4. Menentukan alamat broadcast untuk tiap subnet
  5. Menentukan host – host yang valid untuk tiap subnet

perbedaan TCP dengan UDP

1. TCP
TCP tidak menjamin data akan diterima oleh si penerima apabila koneksi tidak dimungkinkan terbangun ( misal: server sedang down, salah konfigurasi IP, kabel tidak dibuat dengan baik, salah melakukan netmasking dll ), sebaliknya TCP dapat menjamin pengiriman data ke si penerima apabila koneksi memang memungkinkan terbangun dan memberikan pesan kesalahan ( koneksi terputus atau tidak menerima acknowledgement ) kepada user apabila koneksi tidak memungkinkan dibangun.

2. UDP
UDP tidak menjamin kevalidan data saat data sampai ke si penerima. Datagram yang sampai mempunyai kemungkinan tidak sampai, rusak, duplikasi atau hilang tanpa diketahui penyebabnya. Penggunaan UDP lebih tepat diperuntukkan untuk data – data kecil dengan jumlah banyak. Dengan perilaku UDP yang tidak berusaha untuk mengecek apakah data yang dikirim telah sampai atau tidak membuat UDP lebih cepat dan lebih efisien. Aplikasi – aplikasi yang bersifat real time seringkali menggunakan UDP sebagai protokolnya, hal tersebut dikarenakan paket yang hilang lebih bisa ditolerir daripada paket yang datang terlambat ( contoh aplikasi realtime: Video Streaming ). Tidak seperti TCP, UDP juga menyediakan jenis paket broadcast (mengirim paket ke local network) dan multicast (mengirim paket ke semua subscriber).
Dalam UDP, client tidak membangun koneksi dengan server, melainkan client hanya mengirim paket data ke server tanpa mengecek apakah server tersebut telah siap atau tidak. Sama halnya dengan server tidak menerima koneksi dengan fungsi accept, namun server hanya menjalankan perintah untuk menerima data, server akan terus menunggu sampai data diterima.

Perbedaan Hub dan Switch

perbedaan hub dan switch
Hub dan switch adalah jenis peralatan jaringan komputer yang menghubungkan beberapa perangkat jaringan internet. Mereka berbeda dalam cara melewatkan paket pada lalu lintas jaringan yang mereka terima. Jaringan hub dan switch adalah dua komponen kunci dari jaringan area lokal. Mereka memfasilitasi sambungan dari beberapa komputer satu sama lain, menciptakan LAN. Tergantung pada kebutuhan jaringan Anda dan ukuran, pilihan antara hub dan switch akan memainkan peran kunci dalam kecepatan jaringan dan kehandalan.

Pengertian Hub ‘Hub’ Istilah kadang-kadang digunakan untuk mengacu pada setiap peralatan jaringan yang menghubungkan PC bersama-sama, tetapi sebenarnya mengacu pada multi-port repeater. Jenis perangkat hanya diteruskan (repeats) semua informasi yang diterimanya, sehingga semua perangkat yang terhubung ke port yang menerima informasi tersebut. Hub mengulang segalanya yang mereka terima dan dapat digunakan untuk memperluas jaringan. Namun, ini dapat menghasilkan banyak lalu lintas yang tidak perlu dikirim ke semua perangkat pada jaringan. Hub meneruskan lalu lintas ke jaringan tanpa tujuan yang dimaksud; PC dimana paket dikirim menggunakan informasi alamat di setiap paket untuk bekerja di luar paket yang dimaksudkan untuk mereka. Dalam sebuah jaringan kecil berulang tidak menjadi masalah tetapi untuk jaringan, lebih besar lebih sering digunakan, sepotong peralatan jaringan (seperti switch) mungkin diperlukan untuk membantu mengurangi jumlah lalu lintas yang tidak perlu yang dihasilkan.

Pengertian Switch Switch mengontrol aliran lalu lintas jaringan berdasarkan informasi alamat pada setiap paket. Suatu saklar yang terhubung ke port-nya (dengan memantau paket yang diterimanya), dan kemudian meneruskan pada paket ke port yang sesuai saja. Hal ini memungkinkan komunikasi simultan di switch, meningkatkan bandwidth. Ini operasi switching mengurangi jumlah lalu lintas yang tidak perlu yang akan terjadi jika informasi yang sama telah dikirim dari setiap port (seperti hub). Switch dan hub yang sering digunakan dalam jaringan yang sama; hub memperluas jaringan dengan menyediakan port lebih, dan switch membagi jaringan menjadi lebih kecil, bagian kurang padat.

Kapan menggunakan Hub atau Switch? 
Dalam sebuah jaringan kecil (kurang dari 30 pengguna),HUB dengan mudah dapat mengatasi lalu lintas jaringan yang dihasilkan dan merupakan bagian yang ideal peralatan yang akan digunakan untuk menghubungkan pengguna. Ketika jaringan semakin besar (sekitar 50 pengguna), Anda mungkin perlu menggunakan saklar untuk membagi kelompok hub, untuk mengurangi jumlah lalu lintas yang tidak perlu yang dihasilkan. Jika ada hub atau switch dengan LED Pemanfaatan Jaringan, Anda dapat menggunakan LED untuk melihat jumlah lalu lintas pada jaringan. Jika lalu lintas yang terus-menerus tinggi, Anda mungkin perlu untuk membagi jaringan dengan menggunakan switch. Ketika menambahkan hub ke jaringan (untuk menambahkan lebih banyak pengguna), ada aturan tentang jumlah hub Anda dapat menghubungkan bersama-sama . Switch dapat digunakan untuk memperluas jumlah hub yang dapat Anda gunakan dalam jaringan.

KABEL UTP


Kabel UTP adalah jenis kabel yang terbuat dari bahan penghantar tembaga, memiliki isolasi dari plastik dan terbungkus oleh bahan isolasi yang mampu melindungi dari api dan kerusakan fisik, kabel UTP terdiri dari empat pasang inti kabel yang saling berbelit yang masing-masing pasang memiliki kode warna berbeda.
Fungsi dari kabel UTP digunakan sebagai kabel jaringan LAN (Local Area Network) pada sistem jaringan komputer, dan biasanya kabel UTP mempunyai impedansi kurang lebih 100 ohm, serta dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan kemampuannya sebagai penghantar data.

Jenis kabel UTP

Kabel UTP jenis CAT3
Kabel kategori 3 adalah kabel standar yang digunakan dalam industri telekomunikasi. Selama beberapa tahun belakangan tipe kabel ini masih digunakan secara luas di seluruh industri telekomunikasi. Kabel tipe ini bisa membawa data dengan kecepatan lebih dari 10Mbps. Untuk kepentingan transfer data dalam sirkuit audio atau transfer data kecepatan rendah biasanya cukup digunakan tipe kabel CAT3.
Kategori kabel ini banyak diminati karena relatif murah dan tersedia dalam berbagai pilihan dari segi jumlah isi inti kabel dalam 1 unit kabel UTP. Ada beberapa pilihan kabel yang dapat dipilih sesuai kebutuhan. Ada yang berisi 2-pasang, 4-pasang, 6-pasang, 16-pasang, 25-pasang bahkan lebih. Konduktor dalam kabel ini terdiri dari beberapa kawat yang dililit berpasangan dengan isolator kabel yang dilengkapi dengan kode warna. Kode warna dari pasangan kabel yang ada pada CAT3 dimulai dengan “putih/biru” sebagai pasangan pertama dan dilanjutkan dengan urutan kode warna grafik sesuai jumlah pasangan kabel

Kabel UTP jenis CAT5
Kabel kategori 5 dipilih menjadi standar kabel UTP semenjak pertama kali kabel UTP populer dan digunakan untuk aplikasi komunikasi jaringan/data. Kabel CAT5 biasanya terdiri dari empat pasang kabel. Kabel ini diperuntukkan bagi aplikasi data hingga 100MHz. Tapi, meski kabel data UTP umumnya dinamakan “kabel CAT5″, Jangan keliru antara CAT5 dengan CAT5E. Kabel CAT5 sangat identik dengan kabel CAT5E kecuali bahwa kabel CAT5E memiliki standar keseragaman dan kerapatan lilitan pasangan kabel yang lebih tinggi.

Kabel UTP jenis CAT5E
Kabel Kategori 5E adalah standar industri baru untuk instalasi kabel data UTP. Kabel ini biasanya juga terdiri dari empat pasang kabel. Rating bandwidth kabel CAT5E adalah 100Mbps, namun bandwith maksimalnya bisa mencapai 1000Mbps jika diinstall dengan standar kualitas yang ketat. Saat ini CAT5E adalah standar baru untuk semua konstruksi kabel UTP. Oleh karenanya saat ini kabel CAT5E sudah tersedia secara luas dengan kualitas yang lebih tinggi daripada CAT5 dengan harga dasar yang hampir sama seperti CAT5. Bahkan beberapa perusahaan sudah menghentikan penggunaan kabel CAT5 dalam instalasi jaringan mereka.

 Kabel UTP jenis CAT6
Kabel kategori 6 adalah standar kabel UTP dengan sertifikasi resmi paling tinggi. Kabel ini identik dengan CAT5E namun telah memenuhi standar yang lebih ketat bukan hanya soal kerapatan lilitan tiap pasang kabel namun juga termasuk tingkat penyaluran data, isolator kabel dan pelindung tiap pasang kabel. Dengan lilitan semakin rapat, ditambah semakin baik isolator dan pemisahan tiap pasang kabel maka semakin rendah noise atau berkurangnya sinyal sehingga CAT6 mampu menyalurkan data dengan bandwidth tertinggi di kelasnya. Kabel CAT6 biasanya juga terdiri dari empat pasang kabel tembaga. Jika Anda melakukan instalasi jaringan 1000Mbps atau Gigabit LAN, tak ada pilihan lain, kabel UTP tipe inilah yang harus digunakan.