TCP
tidak menjamin data akan diterima oleh si penerima apabila koneksi
tidak dimungkinkan terbangun ( misal: server sedang down, salah
konfigurasi IP, kabel tidak dibuat dengan baik, salah melakukan
netmasking dll ), sebaliknya TCP dapat menjamin pengiriman data ke si
penerima apabila koneksi memang memungkinkan terbangun dan memberikan
pesan kesalahan ( koneksi terputus atau tidak menerima acknowledgement )
kepada user apabila koneksi tidak memungkinkan dibangun.
2. UDP
UDP
tidak menjamin kevalidan data saat data sampai ke si penerima. Datagram
yang sampai mempunyai kemungkinan tidak sampai, rusak, duplikasi atau
hilang tanpa diketahui penyebabnya. Penggunaan UDP lebih tepat
diperuntukkan untuk data – data kecil dengan jumlah banyak. Dengan
perilaku UDP yang tidak berusaha untuk mengecek apakah data yang dikirim
telah sampai atau tidak membuat UDP lebih cepat dan lebih efisien.
Aplikasi – aplikasi yang bersifat real time seringkali menggunakan UDP
sebagai protokolnya, hal tersebut dikarenakan paket yang hilang lebih
bisa ditolerir daripada paket yang datang terlambat ( contoh aplikasi
realtime: Video Streaming ). Tidak seperti TCP, UDP juga menyediakan
jenis paket broadcast (mengirim paket ke local network) dan multicast
(mengirim paket ke semua subscriber).
Dalam
UDP, client tidak membangun koneksi dengan server, melainkan client
hanya mengirim paket data ke server tanpa mengecek apakah server
tersebut telah siap atau tidak. Sama halnya dengan server tidak menerima
koneksi dengan fungsi accept, namun server hanya menjalankan perintah
untuk menerima data, server akan terus menunggu sampai data diterima.
we... mn update terbaru x....
BalasHapusini yang terbaru, liat aja jam dan tgl xa:D
Hapus